It begins.. 1 of 365 for 2017

Standard

Hi..let see what I can do for this blog in this new-number-year.

Nowadays, I’ve got books to read. Thus, I hope I am able to write any text to balance my mind. Yeah!

See you next, pals! Thanks for reading my-what-post anyway..😅 

Advertisements

Istri Paruh Waktu atau Hamba Sepenuh Waktu?

Standard

Dilema kebanyakan wanita muda masa kini.. then, think again! 😉
~Istilah yang lebih tepat adalah hamba sepenuh waktu.. menjadi apapun kita (full time mother, student mom, working mom, entrepreneur mom), dikala niat dan ikhtiar yang dijalankan hanya untuk menggapai ridho-Nya, maka setiap peluh keringat serta lelah penat kita tidak akan terbuang sia-sia. Lalu manakah yang lebih mulia? Tentu Allah lah sebaik-baik penimbang neraca.

Hi from.. ~UniiyaniPhotoarts~ [#1]

Standard

Ini hasil dari ulah ‘pembunuh stres’ yang aku lakukan saat mumet time. Yap, aku kasih label ~UniiyaniPhotoarts~

Ini beberapa:

nii

catt. 1: Ini art versi aku untuk editan foto wisudaan para senior di kampus

nitari

catt. 2: aku lagi suka hitam-putih, jadi ini art dari salah satu pemngambilan foto untuk kampanye membaca, social-project salah satu teman aku.

Sekian dulu deh. Silakan silakan dikomen, jangan ragu.. aku tak akan bawa-bawa ke hati. Janji, hohoo

 

bertandang ke rumah

Standard

Bersama teman-teman senasib, aku menghabiskan satu hari libur di Bukittingi, Sumatera Barat. Kami bertandang ke rumah yang dijadikan semacam museum. Itu kediaman bung Hatta.

ni n moh hatta

Tentang foto: Aku bersama lukisan Bung Hatta. Terima kasih pada Bella dan Dini untuk pengambilan gambar dan sedikit editing sebelum aku posting ini.

 

Diri yang ‘muda’

Standard

Bertahun-tahun yang lalu, ada peristiwa penting pada tanggal ini, 28 Oktober, untuk perjuangan di tanah tumpah darah ini..disebut Sumpah Pemuda.

Sekarang, ada..yakinlah, ‘kekuatan’ itu pasti masih ada..untuk perjuangan di rantau ini meski tak harus (literally) berdarah-darah..sebutlah diri masih muda.

*About Photo* :3
#latepost #BDFonedaytrip #on3rdSept #creditPhoto to Bella Novita Sari (d’ snapshoot-er)

About the following photo, it’s located in one of the Pagaruyuang Palace rooms. There are yellow boards that explain us where we are. The room where I sat is on the 2nd floor and serves for the unmarried young women of the kingdom. *speechless enough to knowing that* :3
Yeay! Let visit this Minangkabau historic place, now it is a tourism icon from Batusangkar city, West Sumatra, Indonesia
😀
Hi! Greeting from ‘Anak Gadih Minang’.
See you then!

Adalah ‘rangkiang’

Standard

Tersebutlah “rangkiang”, berguna untuk media menyimpan makanan pasca panen di zaman dulu. Juga, ia digunakan untuk bermacam tujuan dalam masa disimpan tersebut. Salah satunya sebagai tempat menabung..begitu seingat daku saat belajar mata pelajaran ‘Budaya Alam Minangkabau’ atau BAM saat jadi siswa SMP beberapa tahun silam. 😉

Yaap! Semoga ini mengingatkan daku lagi untuk membiasakan lagi sebuah kebiasaan mulia, menabung lalu menabung lalu menabung *lirik coretan-coretan angka-angka ber-rupiah* :3

*masih #latepost #BDFonedaytrip #on3rdSeptember
Credit photo, again, to Bella Novita Sari..tqia :*
about photo: it was taken in Istano Baso Pagaruyuang, Barusangkar, West Sumatera, Indonesia.. Hii come and visit, then make your own experience with the historical stories there 🙂
Cheers!

Asian English Olympiad 2015 versi daku dalam foto-foto

Standard

Yang namanya rezeki, cepat atau lambat akan didapatkan jua. Ini beberapa pengabadian masa ketika daku berkesempatan menjadi 1 dari 7 delegasi kampus untuk berlomba di ajang AEO 2015. Singkatan dari Asia English Olympics at 2015 ini diadakan oleh BNEC atau BiNus English Club di Jakarta, Indonesia pada 10-14 Februari 2015.

Ya! Pengalaman ini termasuk ke dalam kelompok rejeki luar biasa bagiku. Kenapa? Daku bisa mencoret beberapa keinginan dari daftar panjang hal yang harus dilakukan semasa kuliah sarjana. *Muluk ya*

Satu, pengalaman debate daku naik tingkat ke level Asia dan apa yang daku pelajari juga makin kompleks. Jangan tanya tentang kemenangan, daku dan team masih harus lebih matang lagi dalam persiapan. Kedua, daku menapakkan kaki di Jakarta yang ada di Pulau Jawa nun jauh. Ketiga, daku naik pesawat yang biayanya bukan tangguangan pribadi, kampus mendukung kami dengan subsidi. Tiga poin besar ini saja yang daku tuliskan ya..*hohoo*

p.s: beberapa foto dibawah ini daku ambil dengan kamera digital dan beberapa lagi dengan kamera dslr

1-asia-flag-partp

Well, sesampainya di Jakarta, daku dan 6 rekan langsung menuju tempat kegiatan, Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara (Binus University). Setelah registrasi ulang, seperti biasanya, kami diarahkan menuju aula untuk mengikuti  debate seminar sebelum semua tim ber’tarung’. Yang tidak biasa, daku menemukan bermacam bendera yang diletakkan di dekat podium panggung. Ya iyalah, daku akan bertarung dengan peserta dari negara-negara di Asia.

*cek benderanya: Indonesia, Malaysia, Filipina, Honkong, Makau, Thailand, dan Vietnam

2-wrmg-up

Poto ini adalah saat debate exhibition. Speakers atau pembicara yang berdebat dalam ronde ini berasal dari peserta lomba yang berinisiatif untuk tampil saja.

3-begin-next-day

Ini cuplikan pembukaan acara oleh sepasang Master of Ceremony dengan menggunakan bahasa Inggris. Seluruh lampu dalam ruangan dipadamkan kecuali pencahayaan panggung. I was excited more!

4-opening

Pemukulan gong ini menandakan secara resmi bahwa kami semuanya mulai berlomba. Selain bidang debate, ada speech, story telling, news casting, scrabble, short story writing, dan spelling bee yang diperlombakan. Yoook!

5-unp-on-screen

Selanjutnya, tayangan slide silih berganti tampilan seiring MC menyebutkan asal institusi dari peserta tahun 2015. Daku makin takjub saat melihat logo Universitas Negeri Padang dipampang. Serasa tak percaya daku sampai jua disini setelah pasang surut nasib.

6-sma1smbar-on-screen

Makin keren.. Adik-adik yang dilatih pun ikut serta berlomba disini. Salam dari Sumatera Barat, Asia!

7-music-show

Acara pembukaan juga menyuguhkan permainan musik tradisional Indonesia dengan kemasan pemain modern. Alunan nada untuk relaksasi agar cemas ini tak tumbuh. Begitulah, hohoo!

8-partp

Ini foto apa? Ini adalah keberagaman kami menghadapi nasib masing-masing. Daku potret beberapa saat sebelum pengumuman peserta yang lolos ke babak semifinal, setelah beberapa hari kami bertarung.

9-smf

Pengumuman dimulai. Daku menyukai masa-masa ini, menikmati rasa deg-deg-an yang sangat dengan memotret momen menggunakan pinjaman kamera dslr –nya teman.

10-dbt-rnd

Ini salah satu gambar yang menunjukkan pertarungan dalam debat ini. Ada satu orang yang kepalanya tegak dan berbicara, juga ada beberapa orang yang kepalanya tunduk kan?

Mereka itu sedang menulis, menganalisis apa yang mereka dengar, mengatur strategi menyerang ide tim lawan, dan menyiapkan argumen untuk menegakkan posisi mereka kemudian. Ya, debat itu perihal ide bukan volume suara siapa yang paling keras.

11-go-to-fnl

MC selanjutnya berada di panggung. Saatnya para finalis diumumkan.

12-fnl-scne

Hari final kompetisi, yaa..the final day. Kami berada di salah satu spot di Belleza Shopping Arcade. Potret ini adalah saat first speaker of Openning Government yang berasal dari tim UI membuka perdebatan. 8 orang yang berasal dari 4 tim finalis harus mampu meyakinkan 7 orang adjudicator yang duduk di depan podium mereka untuk setuju dengan argumen yang disampaikan. Daan akhirnya, tim dari Meriam Collage-lah yang menjadi the champion of AEO 2015. Daku? ..menonton dan belajar dari penampilan mereka.

13-sejumput-jakarta-dari-jendela

Cerita ini pun berada di akhir, daku harus kembali ke Padang. Lewat hasil potret camera-digital ini, jadilah ini kenangan bahwa daku pernah seminggu menghirup udara  ibukota negara.

14-back-home

Di akhir, tetes hujan turut mengantarkan daku dan rekan-rekan pulang. Terima kasih tak terhingga untuk semuanya dan..  see you Jekardah!

(Padang, West Sumatera – Indonesia)